Gotong royong, guyub rukun dan tanpa pamrih, mewarnai kehidupan sehari-hari Suku Tengger pada umumnya, dan khususnya warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Apalagi ketika mereka punya hajat, seperti entas-entas. Warga Suku Tengger yang terletak di brang kulon (sisi barat) Gunung Bromo (Pasuruan) itu masih kuat memegang tradisi dan warisan nenek moyangnya. Tak heran saat ada yang memiliki gawe, maka tetangga sekitar bahkan warga sekampung urun tenaga, pikiran bahkan urun biaya. Saat wartawan Majalah Derap Desa hendak menemui kepala desa (kades) Wonokitri, Aidarmiwati, yang merupakan Kades pertama wanita Suku Tengger, untuk wawancara, kebetulan di desa tersebut sedang ada hajatan. Ada dua warga yang punya hajat. Yang satu hajatan pengantin, sedangkan yang satunya entas-entas (selamatan untuk orang yang sudah meninggal). Ya, upacara adat dan selamatan tampaknya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Tengger.
0 komentar:
Posting Komentar